Ketahuan Ikut Tawuran, Kartu KJP Dicabut

Beritating Ketahuan Ikut Tawuran, Kartu KJP Dicabut ditampilkan lebih awal di Pojok Satu. | by Pojok Satu

POJOKSATU.id, JAKARTA – Aksi tawuran yang kerap terjadi membuat pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan khusus. Seperti di Pemkot Jakarta Pusat, dengan tegas akan mecabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi siswa yang terlibat tawuran.

Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede meminta instansi terkait mensosialisasikan kebijakan itu. “Ini harus disosialisasikan sebagai shock therapy. Kalau sudah jelas, segera diproses untuk dicabut KJP-nya,” katanya.

Mangara juga menginginkan, sosialisasi pencabutan KJP ini dilakukan para guru dan pihak sekolah. Langkah tersebut dinilai efektif karena pernah diberlakukan di Johar Baru.

“Intinya perkuat sosialisasinya agar siswa paham dan bisa menghindari tawuran,” tandasnya.

Sejumlah solusi disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengatasi permasalahan tawuran di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menyatakan, harus ada solusi komprehensif yang meliputi jangka pendek hingga jangka panjang.

“Perlu pendekatan sosiologis agar ada solusi yang fundamental,” kata Soni, sapaan akrab Sumarsono, kemarin (8/3).

Solusi jangka pendek, sambung Soni, bisa dilakukan dengan membangun kesadaran mereka karena kita semua bersaudara.

“Tawuran yang terjadi sama sekali tidak memberikan manfaat dan keuntungan,” ujarnya.

Soni menambahkan, untuk solusi jangka panjang bisa dilakukan dengan penataan ulang kawasan. Terlebih, daerah tersebut juga akan dijadikan sebagai kawasan transportasi terpadu.

“Rencananya, di kawasan Manggarai akan dibangun transportasi terpadu. Mulai dari kereta api, Transjakarta, Light Rail Transit (LRT) dan serta Mass Rapid Transit (MRT),” tandasnya, Selasa (7/3).

Sementara itu, Sosiolog yang juga Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Musni Umar mengatakan, pencabutan KJP bagi pelaku tawuran kurang mendidik.

Dia menilai, seharusnya pencabutan KJP bagi siswa yang bermasalah dalam rangka mendidik bukan menghukum.

”Akan lebih baik, kalau didahului kajian yang mendalam supaya diketahui apa penyebab utamanya mereka terlibat tawuran. Kalau tidak mau melakukan kajian karena lama, sementara harus diambil keputusan secara cepat, maka sejatinya diberi peringatan setelah mereka yang terlibat tawuran dipanggil dalam suatu pertemuan yang dihadiri orangtua siswa,” paparnya.

Setelah pertemuan, lanjutnya, siswa lalu diberi peringatan tertulis dan diberitahu jika melakukan tawuran sekali lagi, maka KJP akan dicabut. ”Inilah cara yang mendidik dan mengayomi siswa yang bermasalah karena terlibat melakukan tawuran bukan langsung menghukum,” pungkasnya. (wok/JPNN)

Beritating Ketahuan Ikut Tawuran, Kartu KJP Dicabut ditampilkan lebih awal di Pojok Satu.

Anda sedang membaca Ketahuan Ikut Tawuran, Kartu KJP Dicabut yang di kutip dari : pojoksatu.id
Kunjungi sumber : Ketahuan Ikut Tawuran, Kartu KJP Dicabut

adminHeadline
Ketahuan Ikut Tawuran, Kartu KJP Dicabut Beritating Ketahuan Ikut Tawuran, Kartu KJP Dicabut ditampilkan lebih awal di Pojok Satu. | by Pojok Satu POJOKSATU.id, JAKARTA – Aksi tawuran yang kerap terjadi membuat pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan khusus. Seperti di Pemkot Jakarta Pusat, dengan tegas akan mecabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi...
Info Seputar Teknologi